[Cerpen] Terima Kasih Sahabatku


MP3 playerku masih setia menemaniku hingga senja tiba. Lagu-lagu favoritku dan dia terus terputar di playlist yang telah ku buat. Membuat ku semakin tenggelam dalam kenangan saat masih bersamanya. Sahabatku yang dulu selalu ada di sampingku. Aku masih terhanyut dalam kenangan di masa lalu sejak pagi tadi. Kini senja mulai menampakan wujudnya, namun aku masih tak ingin keluar dari kamarku.
Bayangkan ku melayang seluruh nafasku terbang. Bayangkan ku menghilang semua tanpamu teman. Bila nafasku lepas, semua langkah yang lelah, semua waktu yang hilang tapi bayangmu tetap....”
Tak mampu lagi aku menahan air mata ini saat terdengar lagu Sahabat terputar di MP3 player yang ku taruh tepat di sampingku. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Aku hanya bisa menggigit kecil bibir bawahku untuk menahan kesedihanku. Ku buka satu persatu gambar-gambar yang penuh kenangan di album fotoku. Gambar-gambar yang mengingatkan ku akan sosok dia yang pernah menjadi orang penting dalam hidupku. Namanya adalah Rosid. Sahabat terbaik yang pernah ku miliki. Dahulu kami selalu bersama, di manapun ada dia maka di situlah aku berada.

2 Comments

TIPS-TIPS NGILANGIN RASA BOSAN SAAT JOMBLO

Lo pernah ngerasain gimana rasanya waktu kita nunggu sms yang penting banget tapi kenyataannya sms yang nggak penting yang malah masuk ke handphone kita?. Itulah yang lagi gue rasain sekarang! Kesel? IYA!! Jengkel? BANGET!! Jadi gini ceritanya… ah sudah lah kayaknya udah nggak perlu gue certain lagi. Eh tapi kayaknya perlu gue kasih inti dari smsnya aja mungkin ya *labil*. Jadi inti dari sms itu adalah temen gue yang berbibir tebal ini meminta saran ke gue. Saran apa itu? dia minta saran ke gue untuk ngasih tau gimana cara ngilangin rasa bosen selama jomblo. Kamfret banget kan ? mentang-mentang gue udah jomblo selama dua… ah sudahlah.
Jadi pada intinya karena permintaan dia lah yang bikin gue kepengen nulis di blog gue. Itung-itung nambahin galeri tulisan gue. So, inilah TIPS-TIPS NGILANGIN RASA BETE SAAT JOMBLO dari gue. Enjoy!

Leave a comment

[Cerpen] Sepucuk Surat Dari Masa Lalu

Sebuah kamar yang penuh kenangan sangat sayang rasanya bila ditinggalkan begitu saja. Apalagi jika di dalamnya terdapat barang-barang yang memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi hidup kita. Seolah menghiraukan keringat yang telah membasahi tubuhnya dengan sigap Andi terus merapikan barang-barang yang berada di kamarnya. Satu persatu benda-benda itu dipisahkannya. Satu persatu ia tumpuk buku-buku sekolahnya yang telah usang itu. Satu persatu ia bongkar benda-benda di dalam kotak untuk dia masukkan ke dalam kotak yang baru. Senyum di wajahnya terus mengiringinya saat ia mulai membersihkan koleksi mainan miliiknya dulu, seolah-olah ia sedang bernostalgia dengan masa lalu.

1 Comment

[Cerpen] Ikhlas

        Terdengar suara tawa, teriakan, bising, gaduh bahkan suara tv yang seolah dibiarkan menyala dengan volume yang besar. Mengganggu tidurku kala itu. Dengan pandangan yang masih kabur dan tubuh yang masih letih ku paksakan diri ini untuk segera bangun dari pulau kapuk yang ku tiduri. Ku kenakan kacamataku lalu ku matikan kipas angin yang masih berputar dan sedikit berdenyit di kamarku. Dengan sempoyongan aku mulai membuka pintu kamarku dan membiarkan kegaduhan yang terdengar itu ku lihat. Ternyata kegaduhan itu berasal dari teman-teman satu kampus sekaligus satu kontrakan denganku. “Eh bangun juga lu.” Saut salah seorang temanku yang bernama Agung begitu melihatku keluar dari kamar. Hari itu aku sedang tak ada kelas dan berniat untuk bermalas-malasan di kontrakan yang ku tinggali bersama teman-temanku ini. Mungkin memang bukan waktu ku untuk bermalas-malasan hari ini karena aku diajak oleh Agung untuk ke kampus yang ingin menghadiri rapat EO (Event Organizer) di kampusku.

2 Comments

[Cerpen] Satu Cinta Dua Dunia (Part I)

Kriiing…!!Kriiiing….!!Kriiing…!!Kriiing…!! Pagi itu suara alarm terdengar seolah memanggil Joni untuk segera lekas meninggalkan alam mimpinya. Dengan mata yang masih sayup dan rasa malas yang masih menempel di sekujur tubuhnya Joni pun memaksakan diri untuk segera bangun. “HOooaaamm…. Huumm jam berapa sih?” gumam Joni sembari mengambil jam weker yang masih berbunyi tepat disebelah tempat tidurnya. “HAAHH!! JAM 9!!” Joni pun spontan melompat dari kasurnya dan segera berlari ke kamar mandi dengan tergesah-gesah setelah menyadari jika dia sudah kesiangan.
Sementara itu di lain tempat, sudah hampir satu setengah jam Intan dengan sabarnya menunggu Joni di warung tempat biasa mereka bertemu. “Huuh! Kemana sih nih si Joni jam segini belum dateng juga?! Bisa telat nih interview kerjanya!” gumam kesal Intan di dalam hati sambil sesekali melihat jam tangan yang ia kenakan di tangan kirinya. Tak lama terdengar suara motor yang sudah tak asing lagi di telinga Intan dan ketika dilihat ternyata benar jika itu adalah Joni yang datang dengan motor Vespa klasiknya. Begitu Joni melihat Intan yang sudah mulai mengkerutkan dahi di wajahnya dan sedikit memberikan tatapan tajam kepadanya ia pun langsung meminta maaf.

Leave a comment

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.