MP3 playerku masih setia menemaniku hingga senja
tiba. Lagu-lagu favoritku dan dia terus terputar di playlist yang telah ku
buat. Membuat ku semakin tenggelam dalam kenangan saat masih bersamanya.
Sahabatku yang dulu selalu ada di sampingku. Aku masih terhanyut dalam kenangan
di masa lalu sejak pagi tadi. Kini senja mulai menampakan wujudnya, namun aku
masih tak ingin keluar dari kamarku.
“Bayangkan ku melayang seluruh nafasku terbang. Bayangkan ku menghilang
semua tanpamu teman. Bila nafasku lepas, semua langkah yang lelah, semua waktu
yang hilang tapi bayangmu tetap....”
Tak mampu lagi aku menahan air mata ini saat
terdengar lagu Sahabat terputar di MP3 player yang ku
taruh tepat di sampingku. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Aku hanya
bisa menggigit kecil bibir bawahku untuk menahan kesedihanku. Ku buka satu
persatu gambar-gambar yang penuh kenangan di album fotoku. Gambar-gambar yang
mengingatkan ku akan sosok dia yang pernah menjadi orang penting dalam
hidupku. Namanya adalah Rosid. Sahabat terbaik yang pernah ku miliki. Dahulu
kami selalu bersama, di manapun ada dia maka di situlah aku berada.








