![]() |
| Picture by: pixhome.blogspot.co.id |
Lebih dari cukup,
senyummu selalu rekah di setiap hari.
Lebih dari itu,
surga duniawi tak tertampik lagi.
Aku berani tawarkan jiwa
untuk sekedip matamu,
juga segelintir umur
demi bisa memelukmu.
Terlalu berlebihankah itu untukmu, Sayang?
Aku tak merasa. Yang aku tahu rasa ini
terlanjur berlebih, melembak hingga aku tak lagi rasional.













