Ada yang pernah merasa
kalau perlu banget buat ngerubah diri jadi beda atau lebih baik dari sebelumnya?
Entah itu tentang mengubah kepribadian, penampilan, atau sifat kita? Mungkin
sebagian dari kita ada yang ngerasa perlu banget buat ngerubah diri jadi lebih
beda dari sebelumnya. Biasanya sih orang yang kayak gitu ciri-ciri orang yang
masih peduli sama dirinya sendiri dan termasuk salah satu contoh orang yang
suka menerima saran dan masukan dari orang lain. Loh? Terus kalau yang cuek dan
ngerasa nggak ada yang perlu untuk diubah dari hidupnya, berarti dia termasuk
orang yang nggak peduli sama dirinya sendiri dong? Atau nggak bisa nerima saran
dan masukan dari orang lain? Eits! Tunggu dulu! Emang ada orang yang cuek kayak
gitu, tapi bukan berarti dia termasuk orang yang nggak peduli sama sekali
dengan dirinya sendiri atau nggak suka nerima saran dan masukan dari orang
lain. Dia Cuma belum menemukan alasan untuk merubah dirinya.
Pages - Menu
▼
Find Me
▼
Senin, 23 Desember 2013
Minggu, 01 Desember 2013
[Cerpen] Bumi Pertiwi
Penatnya Jakarta siang ini tak lantas
membuat empat anak manusia yang dijuluki empat serangkai ini untuk berhenti
menyelusuri hampir seluruh tempat yang ada di Jakarta. Saling bersahutannya
suara klakson kendaraan saat padatnya volume kendaraan yang mengisi jalan raya
serta menyengatnya panas matahari seperti sudah menjadi saudara bagi mereka
dalam berpetualang menjelajahi seluk beluk Kota Jakarta.
“Mau kemana lagi nih kita?” Jaka
yang memegang kemudi mobil mulai mempertanyakan tujuan mereka berempat yang sejak
tadi hanya berputar-putar di sekitaran Taman Makam Pahlawan, Kalibata. Mendengar
pertanyaan tersebut membuat ketiga temannya yang juga berada satu mobil
langsung termenung. Lebih tepatnya menjadi bingung.
“Ke pemancingan aja yuk!” Rini
memberikan suaranya.
“Lo mau ngeliat apaan di pemancingan
Rin? Ikan pesut lagi kawin?!” ledek Bumi yang sempat menengok ke Rini yang
duduk di bangku belakang.
Mendengar ucapan Bumi barusan membuat
Jaka dan Pertiwi spontan tertawa geli.
“Yeee! Katanya mau cari suasana
baru?” Rini manyun.
Pertiwi geleng-geleng kepala. “Aduh
Rin... Rin... Suasana baru sih suasana baru, tapi nggak ke pemancingan juga
kali!” Ujarnya yang kemudian dilanjutkan dengan sebuah tawaan geli.
Rini mendengus kesal. “Yaudah sih...
gue kan cuma ngasih pendapat doang...” ujarnya dengan suara lirih. Mendengarnya
berbicara dengan suara seperti itu membuat ketiga temannya kembali tertawa
geli. Wajar saja mereka tertawa geli karena mereka baru saja mendengar suara
lirih layaknya orang yang ingin menangis dari seorang mahasiswi semester tujuh.
Selasa, 12 November 2013
Kesunyian Yang Menari
Malam
ini langit malam terlihat begitu kelam, sepi, sunyi, dan tak lagi indah seperti
malam sebelumnya. Sang rembulan pun tak mampu memberikan sinarnya untuk
menerangi gelapnya langit yang begitu luas. Dia terjebak di dalam dunianya
sendiri. Sebuah dunia yang begitu gelap dan tak bercahaya. Sebuah dunia yang
telah membuatnya terjebak dalam kesunyian yang begitu dalam dan menakutkan. Tak
satupun bintang terlihat muncul walau hanya untuk sesaat. Mungkin sang bintang
pun lebih memilih untuk diam dan bersembunyi di balik kelamnya langit malam
ini. Atau mungkin bintang memang sudah enggan untuk menghapus rasa sepi sang
rembulan.
Kadang
dunia ini memang terlalu kejam. Memberikan sebuah kesunyian yang mendalam
sebagai siksaannya. Kesunyian? Siksaan? Apakah kesunyian adalah sebuah siksaan
yang diberikan oleh semesta? Ya! tentu saja iya! Kesunyian adalah sebuah lubang
hitam yang begitu menakutkan, tapi begitu menggoda bila dilihat dari permukaan.
Kesunyian akan memberikan rasa nikmat di awal tapi tidak bila sudah terlalu
jauh terjebak di dalamnya. Kesunyian layaknya sebuah hutan pinus. Terlihat
begitu indah dan mempesona, tapi akan menjadi sebuah mimpi buruk setelah masuk
terlalu jauh ke dalamnya. Hanya ada rentetan pohon pinus sejauh mata memandang,
tanpa terlihat jalan keluar sedikitpun. Terlalu jauh masuk ke dalam telah
membuat kita terjebak di dalamnya.
Kamis, 31 Oktober 2013
[Cerpen] Mewujudkan Impian (@NarutoINA)
Teet!! Teet!! Teet!!
Bel sekolah sudah berbunyi, menandakan waktunya istirahat tiba. Seperti biasa,
kalo udah waktunya istirahat maka waktunya juga bagi ‘mereka’ untuk melakukan
hal-hal yang absurd lagi. 9 anak dengan kepribadian dan pemikiran yang berbeda-beda.
9 anak yang memiliki kelebihan dan kecacatan mental sendiri-sendiri. Dan 9 anak
yang memiliki mimpi yang sama yaitu, akan selalu bersama hingga tua nanti.
Mereka adalah Shaf, Onta, Ajp, Restu, Wiki, Ozy, Uchiha, Yoko dan Qonit.
Mungkin jumlah mereka memang lebih banyak dibandingkan Sm*sh dan masih lebih
sedikit jika dibandingkan JKT48, tapi mimpi mereka memang bukanlah membentuk
sebuah anggota boy band maupun gir band. Atau membentuk sekelompok anggota
kasti maupun sekelompok tim bola bekel. Tapi mereka punya mimpi untuk membentuk
sebuah komunitas pecinta sebuah anime. Ya. Sebuah komunitas pecinta anime
Naruto yang mereka beri nama @NarutoINA. Jeng jeng jeng!! Duktek duktek dess..
*Ceritanya backsound*
Cerita ini berawal ketika sekumpulan anak-anak idiot ini sedang berkumpul di basecamp saat jam istirahat berlangsung. Basecamp mereka berada di samping lapangan sekolah mereka. Lebih tepatnya di bawah pohon cerry yang ada di sisi lapangan sekolah mereka. “Heh! Bengong aja lo. Kesambet setan pohon cerry baru tau rasa lo...” Uchiha mencoba mengagetkan Shaf yang lagi duduk bengong sendirian di bawah pohon cerry (Baca: Basecamp).
Minggu, 27 Oktober 2013
[Cerpen] Taman Surga
Di balik sebuah jalan
kehidupan yang terkadang kelam dan terang, kini aku berada di tepian jurang
tanpa dasar yang ku sebut dengan sebuah pilihan. Sebuah pilihan
dalam hidup yang aku sendiri pun tak tahu akan di mana jalan yang penuh dengan jurang
di sisi kanan dan kirinya ini bermuara.
Di ruang ini aku
terperangkap, terkekang, dan terkurung. Di sebuah ruang yang hanya berukuran
sekitar 3x4 meter inilah aku habiskan hari-hariku tanpa ku tahu sampai kapan
aku akan berada di sini. Hanya sinar mentari yang masuk dari selah-selah
ventilasi yang menjadi temanku kala pagi menjelang dan hanya cahaya dari sebuah
lampu yang menjadi temanku di kala malam tiba. Dan hanya sehelai kain tipis
yang ku kenal sebagai selimut inilah yang menjadi penghangat tubuhku di kala
udara dingin menghampiri bersamaan dengan jatuhnya hujan yang diiringi oleh
suara petir dan kilatan cahaya yang menakutkan.
Sabtu, 17 Agustus 2013
[Cerpen] Adikku Si Raja Kentut
Merayakan
hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri pasti sudah identik dengan pulang
kampung. Itulah yang biasa gue dan keluarga lakukan. Merayakan di kampung
halaman bersama saudara dan keluarga besar dari masing-masing orang tua gue. Cerita
ini berawal ketika gue dan keluarga sedang dalam perjalanan pulang kembali
menuju Jakarta. Di dalam mobil Yaris yang berisikan empat penumpang. Yaitu,
bokap yang lagi asik nyetir, gue yang duduk di depan sebagai “pemain pengganti”
kalo seandainya bokap udah capek untuk nyetir, dan adek gue yang masih berumur
8 tahun beserta nyokap yang lagi asik ngemilin kuaci ada di jok belakang. Perjalanan
kami sangatlah santai. Tapi di tengah perjalanan tiba-tiba gue mencium aroma
yang baunya sulit untuk dideskripsikan. “Ih. Bau apaan nih?” tanya gue yang udah
mulai nutup hidung dan ngebuka kaca mobil lebar-lebar. Bokap yang lagi konsen
nyetir tiba-tiba mulai nutup hidungnya juga. “Iya bau apaan nih?” mobil mulai
oleng. Berjalan meliuk-liuk di jalanan yang hanya lurus tanpa ada belokan
sedikitpun. Nyokap juga ikut-ikutan mulai ngebuka kaca seraya berkata “Baunya
kayak mamah kenal nih...” (masih sibuk nerusin ngemil kuacinya).
Senin, 05 Agustus 2013
[Cerpen] Terima Kasih Sahabatku
MP3 playerku masih setia menemaniku hingga senja
tiba. Lagu-lagu favoritku dan dia terus terputar di playlist yang telah ku
buat. Membuat ku semakin tenggelam dalam kenangan saat masih bersamanya.
Sahabatku yang dulu selalu ada di sampingku. Aku masih terhanyut dalam kenangan
di masa lalu sejak pagi tadi. Kini senja mulai menampakan wujudnya, namun aku
masih tak ingin keluar dari kamarku.
“Bayangkan ku melayang seluruh nafasku terbang. Bayangkan ku menghilang
semua tanpamu teman. Bila nafasku lepas, semua langkah yang lelah, semua waktu
yang hilang tapi bayangmu tetap....”
Tak mampu lagi aku menahan air mata ini saat
terdengar lagu Sahabat terputar di MP3 player yang ku
taruh tepat di sampingku. Air mataku mulai jatuh membasahi pipiku. Aku hanya
bisa menggigit kecil bibir bawahku untuk menahan kesedihanku. Ku buka satu
persatu gambar-gambar yang penuh kenangan di album fotoku. Gambar-gambar yang
mengingatkan ku akan sosok dia yang pernah menjadi orang penting dalam
hidupku. Namanya adalah Rosid. Sahabat terbaik yang pernah ku miliki. Dahulu
kami selalu bersama, di manapun ada dia maka di situlah aku berada.
Jumat, 02 Agustus 2013
TIPS-TIPS NGILANGIN RASA BOSAN SAAT JOMBLO
Lo
pernah ngerasain gimana rasanya waktu kita nunggu sms yang penting banget tapi
kenyataannya sms yang nggak penting yang malah masuk ke handphone kita?. Itulah
yang lagi gue rasain sekarang! Kesel? IYA!! Jengkel? BANGET!! Jadi gini
ceritanya… ah sudah lah kayaknya udah nggak perlu gue certain lagi. Eh tapi
kayaknya perlu gue kasih inti dari smsnya aja mungkin ya *labil*. Jadi inti
dari sms itu adalah temen gue yang berbibir tebal ini meminta saran ke gue. Saran apa itu? dia minta saran ke gue untuk ngasih tau
gimana cara ngilangin rasa bosen selama jomblo. Kamfret banget kan ?
mentang-mentang gue udah jomblo selama dua… ah sudahlah.
Jadi pada intinya karena permintaan dia lah yang bikin
gue kepengen nulis di blog gue. Itung-itung
nambahin galeri tulisan gue. So, inilah TIPS-TIPS NGILANGIN RASA BETE SAAT
JOMBLO dari gue. Enjoy!
Rabu, 24 Juli 2013
[Cerpen] Sepucuk Surat Dari Masa Lalu
Sebuah kamar yang penuh kenangan sangat sayang
rasanya bila ditinggalkan begitu saja. Apalagi jika di dalamnya terdapat
barang-barang yang memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi hidup kita. Seolah
menghiraukan keringat yang telah membasahi tubuhnya dengan sigap Andi terus
merapikan barang-barang yang berada di kamarnya. Satu persatu benda-benda itu
dipisahkannya. Satu persatu ia tumpuk buku-buku sekolahnya yang telah usang
itu. Satu persatu ia bongkar benda-benda di dalam kotak untuk dia masukkan ke dalam
kotak yang baru. Senyum di wajahnya terus mengiringinya saat ia mulai
membersihkan koleksi mainan miliiknya dulu, seolah-olah ia sedang bernostalgia
dengan masa lalu.
Rabu, 17 Juli 2013
[Cerpen] Ikhlas
Terdengar suara tawa, teriakan, bising, gaduh bahkan
suara tv yang seolah dibiarkan menyala dengan volume yang besar. Mengganggu
tidurku kala itu. Dengan pandangan yang masih kabur dan tubuh yang masih letih
ku paksakan diri ini untuk segera bangun dari pulau kapuk yang ku tiduri. Ku kenakan
kacamataku lalu ku matikan kipas angin yang masih berputar dan sedikit berdenyit di
kamarku. Dengan sempoyongan aku mulai membuka pintu kamarku dan membiarkan
kegaduhan yang terdengar itu ku lihat. Ternyata kegaduhan itu berasal dari
teman-teman satu kampus sekaligus satu kontrakan denganku. “Eh bangun juga lu.”
Saut salah seorang temanku yang bernama Agung begitu melihatku keluar dari
kamar. Hari itu aku sedang tak ada kelas dan berniat untuk bermalas-malasan di
kontrakan yang ku tinggali bersama teman-temanku ini. Mungkin memang bukan waktu ku untuk bermalas-malasan hari
ini karena aku diajak oleh Agung untuk ke kampus yang ingin menghadiri rapat EO
(Event Organizer) di kampusku.
Sabtu, 13 Juli 2013
[Cerpen] Satu Cinta Dua Dunia (Part I)
Kriiing…!!Kriiiing….!!Kriiing…!!Kriiing…!!
Pagi itu suara alarm terdengar seolah memanggil Joni untuk segera lekas
meninggalkan alam mimpinya. Dengan mata yang masih sayup dan rasa malas yang
masih menempel di sekujur tubuhnya Joni pun memaksakan diri untuk segera bangun.
“HOooaaamm…. Huumm jam berapa sih?” gumam Joni sembari mengambil jam weker yang
masih berbunyi tepat disebelah tempat tidurnya. “HAAHH!! JAM 9!!” Joni pun
spontan melompat dari kasurnya dan segera berlari ke kamar mandi dengan
tergesah-gesah setelah menyadari jika dia sudah kesiangan.
Sementara itu di lain
tempat, sudah hampir satu setengah jam Intan dengan sabarnya menunggu Joni di
warung tempat biasa mereka bertemu. “Huuh! Kemana sih nih si Joni jam segini
belum dateng juga?! Bisa telat nih interview kerjanya!” gumam kesal Intan di
dalam hati sambil sesekali melihat jam tangan yang ia kenakan di tangan
kirinya. Tak lama terdengar suara motor yang sudah tak asing lagi di telinga
Intan dan ketika dilihat ternyata benar jika itu adalah Joni yang datang dengan motor Vespa
klasiknya. Begitu Joni melihat Intan yang sudah mulai mengkerutkan dahi di
wajahnya dan sedikit memberikan tatapan tajam kepadanya ia pun langsung meminta maaf.
Minggu, 07 Juli 2013
Track Air Terjun Surya Kencana
Buat para pendaki pasti udah gak asing lagi dengan
nama “Surya Kencana”. Yap nama seorang pangeran yang dijadikan sebagai nama
alun-alun di Gunung Gede-Pangrango. Tapi kali ini gue bukan membahas tentang
gunung Gede-Pangrango ataupun alun-alun Surya Kencana. Kali ini gue mau
ngebahas tentang air terjun yang ada di daerah Sukamantri Bogor yang berada di
kaki gunung Salak. Air terjun tersebut bernama air terjun Surya Kencana, untuk
awal sejarahnya mengapa diberikan nama itu, gue pun masih belum tahu, mungkin
teman sekalian yang tahu bisa memberikan tambahan informasi di comment box yang
tersedia. Konon air terjun ini juga tak kalah mistis dengan alun-alun Surya
Kencana yang ada di Gunung Gede – Pangrango. Di malam tertentu akan terdengan
suara tapak kuda beserta suara kereta kudanya yang melintas di daerah camping
ground Sukamantri, kalo kata penjaga setempat yang pernah melihat penampakan
itu disinyalir adalah pangeran Surya Kencana yang ingin datang ke air terjun di
daerah tersebut.
Wana Wisata dan Camping Ground Sukamantri
Kali ini gue mau berbagi pengalaman dan informasi sedikit
tentang tempat wisata di daerah Bogor yaitu Sukamantri atau biasa dikenal oleh
masyarakat bogor dengan sebutan Kujang Raider. Untuk yang sudah tau banyak hal
tentang lokasi wisata ini, kalian bisa menambahkan informasi yang gue berikan
ini di comment box. Dan untuk yang belum tahu, gue akan mencoba memberikan
semua informasi yang gue tahu ke kalian. So, ENJOY!!
Sabtu, 20 April 2013
Suka-Duka menjadi Fans Anime
Anda penggemar anime?? Kalo iya berarti kita jodoh J
. eiitt jangan salah paham dulu nih buat yang cowok-cowok jodoh yang gue maksud
di sini adalah berarti kalo kita itu satu komunitas hehe. Kalo buat yang cewek
sih jadi jodoh (pendamping hidup) gue juga gak pa-pa haha. Oke skip! Kali ini
ini gue mau ngepost suka-duka gue selama jadi anime fans atau penggemar anime
dan gue yakin kalian juga punya cerita tersendiri temtang suka-dukanya jadi
anime fans tapi untuk kali ini ijinin gue dulu yang berbagi hal itu ke kalian
ya. Gak semudah menjadi fans sebuah tim sepak bola ataupun fans sebuah band,
kenapa gue bilang gitu? Karena kenyataannya memang menjadi fans anime itu
selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain. oke deh untuk mempersingkat
waktu langsung aja deh kalian baca sepuasnya suka-duka gue selama menjadi anime
fans. ENJOY! J
1. Dipandang
sebelah mata
Seperti yang gue tulis sebelumnya, jadi anime fans
itu selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain. orang lain yang gue maksud
di sini adalah mereka yang bukan penggemar anime. Kenapa gue bilang kayak gitu?
Kalian pasti pernah kan mendengar ocehan teman, kerabat atau bahkan anggota
keluarga yang bilang “udah gede kok sukanya film kartun? Kayak anak kecil aja”.
JLEB!! Kalo udah denger kalimat kayak gitu rasanya pengen gue timpuk aja tuh
orang make komik-komik anime koleksi gue sama lemari-lemarinya juga! Gak cuma
sekali-dua kali tapi sering banget gue denger kalimat kayak gitu. Padahal mereka
yang ngomong kayak gitu belum tentu akan ngerti jalan cerita dari anime
favorite kita karena emang jalan ceritanya yang rumit. Apalagi kartun sama
anime kan beda tapi ya begitulah mereka yang gak tau apa-apa dan cuma asal
ngomong aja. Gue suka anime dari gue masih di kelas 2 SD dan anime pertama yang
gue suka Dragon Ball
sama Doraemon terus lanjut gue beranjak gede muncullah
anime-anime kayak Hunter x Hunter, Inuyasha, Detektive Conan, Sinchan, Ghost at
School, Nube, Tsubasa, Kungfu Boy, Shoot, One Piece dan yang paling gue suka
adalah Naruto!! Dan seperti yang gue bilang tadi banyak orang ‘awam’ yang
bilang kalo anime-anime itu tontonan buat anak kecil, padahal nyatanya bukan
walaupun sebagian emang diperuntukan untuk anak-anak seperti Doraemon, Ninja
Hatori, Sinchan dll. Tapi kalo sejenis One Piece, Hunter x Hunter, bahkan
Naruto bukan untuk anak kecil, karena memang jalan cerita yang rumit, dan ada unsur
drama, romantic, action, intrik, dan persahabatan di dalam ceritanya. Bisa gue
bilang kalo anime sejenis itu adalah sinteron versi anime, tapi bukan sinetron
yang murahan ya :p
Sabtu, 13 April 2013
Kenapa Susah Banget Buat Nyatain Perasaan?!
Kenapa sih susah banget buat nyatain perasaan??!!! Mungkin
hal kayak gini udah sering banget terjadi buat para jombloers yang masuk
kategori pemuja rahasia. Iya, sangking rahasianya sampe-sampe perasaan sukanya
pun juga ikut dirahasiain terus akhirnya si doi malah udah jadian sama orang
lain, atau mungkin tiba-tiba ditikung temen sendiri! Beehhh!! kalo itu sih gue
yakin rasanya pasti nyesek banget! Terus kalo udah keduluan gitu pasti
ujung-ujungnya nyesel sendiri, kesel sendiri, galau sendiri, terus tiba-tiba sukanya
dengerin musik mellow sendirian di kamar mandi. Gue pun pernah bahkan sering
juga ngalamin hal kayak gini dan gue banyak minta pendapat juga masukan ke
temen-temen gue supaya gue bisa tau kenapa gue selalu susah banget buat nyatain
perasaan ke orang yang gue suka?!!.
Nah supaya hal-hal yang gue sebutin di atas gak
terjadi LAGI buat diri lo berulang kali, di sini gue mau berbagi hal-hal apa
aja yang mungkin gak lo sadari yang bisa bikin lo selalu susah banget buat
nyatain perasaan ke orang yang lo suka dan juga cara ngatasinnya. Ini gue
kumpulin beberapa masukan yang pernah gue dapet dari temen-temen gue dan semoga
bisa kalian jadikan acuan :
Kamis, 07 Maret 2013
[Cerpen] Bidadari Telat Turun
“GUBRAKK!!!!” tiba-tiba terdengar seperti ada benda
jatuh dari langit yang menimpa atap teras kontrakan gue. Reflek gue langsung
berlari ke arah teras untuk nyari tau suara apa barusan. Begitu gue buka pintu, ternyata gue dapet surprise dari Tuhan! Ada seorang bidadari dengan kulit yang putih, tubuh yang kecil serta wajah yang imut sedang merintih
kesakitan sambil mengusap-usap luka yang ada di tangan dan kakinya. “Aduh..
aduuhh hsssttttt” rintih si bidadari sambil memegangi salah satu bagian kakinya yang terluka. Dengan sigap gue langsung berlari ke arah
bidadari. Entah kenapa begitu di dekatnya gue langsung spontan nyanyiin lagunya koboy junior “Kamu
bidadari jatuh dari surga di hadapankuu.. uoo” *sambil shuffle dance* gue
juga bingung kenapa harus lagunya koboy junior yang muncul di otak gue?!!
Kenapa??!!! Setelah selese nyanyiin itu lagu barulah dengan penuh perhatian gue bertanya
“Mbak kenapa? Mbak siapa? Mbak bidadari atau setan? Tapi kalo setan kayaknya
gak mungkin sih soalnya mbak…” belum sempet gue nyelesain kalimat
Senin, 11 Februari 2013
Ketika Cinta Dan Persahabatan Saling Bertanya
Suatu hari ketika ada sebuah perasaan yang biasa
disebut “Cinta” hadir dan bertemu dengan sebuah perasaan lain yang disebut
dengan “Persahabatan”. Lalu Cinta bertanya kepada Persahabatan “Mengapa kamu
(Persahabatan) selalu muncul dengan tiba-tiba di saat aku (Cinta) sudah hadir
lebih dulu?”. Dengan santainya Persahabatan menjawab “Aku tak pernah hadir
dengan tiba-tiba ketika kamu sudah ada tapi aku hadir disaat kamu (Cinta) telah
pergi meninggalkan luka.”. “Apa maksud mu?” tanya Cinta kepada Persahabatan. Lalu
Persahabatan merangkul Cinta dan dia mulai berbisik “Sadarkah kamu setiap kali
kamu hadir maka suatu saat nanti yang akan kamu tinggalkan hanyalah luka tapi
setiap kali aku hadir, aku tak pernah meninggalkan luka tapi aku bisa
menciptakan kebahagiaan.”
